PROFIL BKI

  • Awal mula pelayanan Konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan nama.  Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962. Namun BK baru diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan  kurikulum 1975.  Kemudian disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya. Beberapa kecenderungan yang dirasakan pada masa itu adalah kebutuhan akan profesionalisasi layanan, keterpaduan pengelolaan, sistem pendidikan konselor, legalitas formal, pemantapan organisasi, pengmbangan konsep – konsep bimbingan yang berorientasi Indonesia, dsb.

    Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) merupakan salah satu program studi di Fakultas Ushuluddi Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda. Prodi BKI adalah salah satu program studi baru yang berdiri pada tahun 2013 berdasarkan Surat Keputusan Ketua STAIN No. 020 Tahun 2013. Pada tahun 2014, BKI mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam untuk menyelenggarakan program studi berdasarkan Surat Keputusan No. 4948 Tahun 2014. Izin tersebut kemudian diperpanjang pada tahun 2016 berdasarkan SK no. 1653 Tahun 2016.

  • Visi :

    Unggul dalam Pengkajian dan Pengembangan Keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam 2025.

    Misi :

    1. Membangun kultur akademik yang kondusif dalam kerangka pembangunan sistem pendidikan dan pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling berdasarkan pada nilai-nilai I
    2. Mengembangkan model pembelajaran bimbingan dan konseling yang mengedepankan keseimbangan antara teori dan praktek dalam kegiatan pembelajaran.
    3. Menggali, mengkaji, memadukan dan mengembangkan secara komprehensif ilmu-ilmu sosial modern dan Islam dalam kegiatan pembelajaran.
    4. Mengembangkan pelatihan dalam bidang bimbingan dan konseling sesuai kebutuhan masa kini dan masa mendatang.
    5. Mengembangkan bidang ilmu Bimbingan dan Konseling Islam melalui penelitian.
    6. Melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bimbingan dan konseling baik di satuan pendidikan sekolah, madrasah dan pesantren serta lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti panti sosial, rumah sakit, lembaga pemasyarakatan dan lembaga kesejahteraan masyarakat lainnya.
    7. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan tenaga bimbingan konseling yang bernuansa.

    1. Melahirkan sarjana muslim yang memiliki kemampuan akademik yang mumpuni dan berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan memiliki integritas serta tanggung jawab dalam mengembangkan Islam khususnya dalam bidang konseling.
    2. Mewujudkan program studi yang menghasilkan lulusan yang menguasai secara komprehensif ilmu Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).
    3. Mencetak lulusan yang mampu mengaplikasikan ilmu Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) serta peka terhadap nilai-nilai agama, sosial-budaya dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling.
    4. Menghasilkan lulusan yang berkompeten dalam memberikan pelayanan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) kepada masyarakat.
    5. Melaksanakan program penelitian dalam bidang Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).
    6. Menghasilkan karya-karya penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk menunjang pengembangan ilmu Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).
    7. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan tenaga konselor yang memahami nilai-nilai Islam.

  • Saat ini Program studi BKI siap merespon berbagai tantangan global yang berkembang melalui Bimbingan dan Konseling Islam yang memadukan pendekatan Sosiologis, Psikologis dan Agama. Kompetensi utama lulusan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) adalah:

    1. Menguasai berbagai macam konsep ilmu yang berkaitan dengan psikologi, keluarga, sosial dan juga konseling untuk digunakan dalam menguraikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara luas, keluarga dan anak
    2. Menguasai berbagai macam teori konseling untuk digunakan dalam proses konseling
    3. Menguasai pengetahuan mengevaluasi untuk keefektifan dan keefisien proses konseling
    4. Menguasai pengetahuan memahami individu yang digunakan untuk memilih penanganan yang tepat dalam proses konseling dan menerapkan nonharmful procedure
    5. Memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan konseling yang bermartabat
    6. Memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas konseling
    7. Memiliki kemampuan untuk menguasai pemilihan teori konseling yang digunakan guna keefektifan konseling yang berlangsung
    8. Memiliki kemampuan melakukan proses konseling baik secara individual maupun kelompok.

  • Konselor

    Penyuluh Keagamaan dan Kemasyarakatan

    Peneliti

    Motivator

    Pegawai Negeri Sipil

    Pekerja Sosial

     

    Gelar: Sarjana Sosial (S.Sos)

  • Dr. Mujahidah

    Dr. Robingatin

    Zainal Ilmi, M.Ag

    Nur Kholik Affandi, M.Pd

    Abu Bakar Madani, M. Ag

    Riswan, M.Pd

    Miftahur Ridho, M.Si

    Diajeng Laily Hidayati, M.Si

    1. Dekan: Dr. H. M. Tahir, M.M.
    2. Wakil Dekan I: Dr. Mujahidah, M.Psi.
    3. Wakil Dekan II: Dr. Ida Suryani W., M.Si.
    4. Wakil Dekan III : H. Bunyamin, Lc, M.Ag
    5. Ketua Jurusan: Samsir, M.Hum.
    6. Sekertaris Jurusan: Miftahur Ridho, M. Si.
    7. Ketua Program Studi: Di Ajeng Laily Hidayati, M.Si.
    8. Ketua Laboratorium: Sai Handari, S.Pd., M.Pd.
    9. Kepala Bagian Tata Usaha: Drs. H. Hairul
    10. Kepala Sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni: Dahlia, S.Kom., M.Kom.
    11. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan: Herlina Kumalayanti, S.E.